Minggu, 18 Juli 2021

MATERI KELAS 7. MENGGAMBAR FLORA, FAUNA, DAN ALAM BENDA (Part. 2)

(Part 2)

Menggambar Flora, Fauna, dan Alam Benda


Sumber: https://harmoni-seni.blogspot.com/2018/07/menggambar-flora-fauna-dan-alam-benda.html?m=1

    Sebagai sarana belajar menggambar, alat dan media memiliki banyak variasi dan macamnya. Kamu bisa menggunakan pensil dengan bahan grafit, pensil warna, bolpoin, dan krayon. Setiap alat dan media tersebut memiliki karakter yang berbeda.
Beberapa macam alat dan media gambar  sebagai berikut:
1.   Pensil
   Pensil dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pensil dengan tanda “H” dan “B”. Pensil H memiliki sifat keras dan cocok digunakan untuk membuat garis yang tipis. Pensil B memiliki sifat lunak dan cocok digunakan untuk membuat garis tebal atau hitam pekat. Pensil H dan pensil B dibedakan dari segi tingkat kekerasan dan kepekatan hasilnya. Pensil H dan  pensil B diberi  tanda angka untuk membedakan jenisnya. Untuk pensil B, makin besar angkanya makin lunak sifatnya dan makin pekat hasil goresannya. Untuk pensil  H, makin  besar angkanya, makin keras sifatnya  dan  makin tipis hasil goresannya.

2.   Pensil Warna
   Pensil warna memiliki variasi warna yang cukup banyak dapat menghasilkan warna yang lembut. Peserta didik bisa menggunakan pensil warna untuk mewarnai gambar dengan cara gradasi, yaitu pemberian warna  dari arah  yang  gelap  berlanjut ke arah yang lebih terang  atau sebaliknya.

3.   Krayon
   Bentuk krayon ada dua jenis yaitu dalam bentuk pensil dan batangan. Kedua jenis bentuk  krayon ada yang berbahan lunak dan keras. Krayon dengan bahan lunak tidak banyak mengandung minyak sehingga dapat dibaurkan  dengan menggunakan tangan. Kesan warna  yang  dihasilkan dari kedua jenis krayon ini dapat  menimbulkan kesan lembut maupun cerah.

4.   Bolpoin
   Selain digunakan untuk menulis bolpoin  juga dapat digunakan untuk menggambar. Gambar yang dihasilkan memiliki karakter  yang  kuat  dan umumnya berupa  arsiran.

5.   Kertas Gambar
   Menggambar pada dasarnya membutuhkan kertas yang berwarna  netral (putih, abu-abu, atau coklat) dan dapat menyerap atau mengikat bahan pewarna. Kertas gambar yang dapat digunakan dengan berbagai alat gambar misalnya kertas Padalarang. Pastel khususnya memerlukan  kertas dengan permukaan agak kasar, misalnya kertas karton.

   Proses menggambar sebenarnya dapat kamu mulai dengan cara yang sangat sederhana dan mudah  dilakukan. Biasakan sebelum menggambar buatlah sketsa terlebih dahulu agar gambar memiliki komposisi, proporsi, dan keseimbangan yang baik. Beberapa tahapan yang harus dilakukan pada saat menggambar sebagai  berikut:
1). Mengetahui bentuk dasar dari objek yang akan digambar
2). Mengetahui  bagian-bagian dari objek gambar
3). Menyusun atau menyambung bagian per bagian  menjadi gambar  yang utuh
4). Memberikan  dimensi gelap terang baik hitam putih atau berwarna
5). Memberi kesan untuk latar belakang

Pertama kali menggambar sebaiknya tidak perlu tergesa-gesa untuk memiliki kemiripan bentuk sesuai dengan objek yang digambar. Kamu harus berlatih dan sabar sampai menguasai bentuk dasar bagian-bagian dari objek yang digambar. Mulailah berlatih dari bentuk  flora, fauna, dan benda buatan manusia yang paling sederhana dan bisa digambar.
   Menggambar flora (tumbuh-tumbuhan) dapat memberikan pemahaman tentang keanekaragaman, keindahan,  dan  keunikan objek flora yang ada  di lingkungan sekitar. Flora memiliki banyak jenis dan bentuknya. Bagian-bagian flora dapat  digunakan sebagai objek gambar, misalnya bentuk  daun, bunga, dan buah. Bagian-bagian flora ini dapat digambar secara terpisah atau digabung menjadi satu rangkaian.

  Menggambar bunga kamboja dan bunga jepang memiliki teknik yang berbeda walaupun sama-sama jenis bunga. Perbedaan ini disebabkan karakteristik kelopak bunga yang berbeda.

Perhatikan langkah-langkah menggambar bunga kamboja jepang di bawah ini:
1). Gambarlah bentuk lingkaran untuk pola bunga
2). Gambar kelopak bunga sesuaikan dengan bentuk aslinya.
3). Berilah warna pada hasil gambar bunga.

   Menggambar bunga mawar lebih sulit dibandingkan dengan menggambar bunga kamboja Jepang. Ada empat tahapan dalam menggambar bunga mawar yaitu:
1). Gambarlah objek secara garis besar.
2). Gambarlah kelopak dengan cermat sesuai dengan arah melingkar bunga.
3). Tentukan titik pusat bunga dan tempat batang yang bertemu dengan kelopak, ini akan  membantu menemukan posisi pusat bunga.
4). Berilah arsiran atau warna agar lipatan dan tekstur gambar lebih berkesan hidup
Fauna (hewan) memiliki jenis yang berbeda-beda, ada yang berkaki empat, seperti sapi, kambing, berkaki dua seperti ayam, bebek. Ada hewan yang hidup di air dan di darat. Hewan juga ada yang bersifat galak dan jinak. Setiap hewan memiliki bentuk badan yang berbeda-beda. Kamu bisa menggambar hewan mulai dari badannya, kemudian berlanjut kepala, kaki atau cakarnya. Bentuk-bentuk geometris akan membantu dalam membuat gambar hewan  agar  lebih mudah dan tentunya diawali dengan sketsa.

   Contoh menggambar itik:
1). Buatlah gambar bentuk oval untuk badan.
2). Tambahkan bentuk kerucut untuk leher, kepala, dan ekor.
3). Berilah arsiran atau warna pada gambar itik.
Menggambar alam benda disebut juga menggambar bentuk. Alam benda dapat terdiri atas benda buatan manusia dan benda yang sudah terbentuk dari alam. Alam benda buatan manusia dapat berupa kendi, piring, mangkuk, gelas, dan beraneka ragam bentuk lainnya. Alam benda yang terdapat di alam seperti batu, batang kayu, air, dan juga awan.

   Pada saat menggambar bentuk, sebaiknya kamu memperhatikan beberapa hal berikut ini:
Proporsi bentuk benda yang akan digambar
Komposisi dalam meletakkan benda
Cahaya yang menyinari objek gambar dan akan membentuk bayangan
Penggunaan arsiran atau warna yang akan membentuk kesan bidang tiga dimensi.
Penggunaan latar belakang (background)

   Contoh menggambar piring dan cangkir:
1). Gambarlah bentuk  silinder dan oval.
2). Buatlah setiap bagian menjadi bentuk cangkir dan piring.
3). Sempurnakan gambar dengan menggunakan arsiran atau warna.

MATERI KELAS 7. MENGGAMBAR FLORA, FAUNA, DAN ALAM BENDA (Part 1)

 

(Part 1)


Sumber: https://harmoni-seni.blogspot.com/2018/07/menggambar-flora-fauna-dan-alam-benda.html?m=1 

Menggambar Flora, Fauna, dan Alam Benda


Alam merupakan sumber belajar yang tidak akan pernah habis untuk digali. Keanekaragaman flora dan fauna dapat menjadi sumber inspirasi dalam menggambar. Burung merupakan salah satu fauna yang sering digambar dengan menggunakan berbagai macam teknik dan bahan. Burung Hong merupakan salah satu contoh fauna yang sering menjadi objek batik di pesisir pantai pulau Jawa. Motif burung Hong ini mendapat pengaruh dari China. Sedangkan untuk fauna, contoh yang sering digambar adalah bunga mawar, anggrek, melati dan masih banyak lagi.


   Gambar merupakan bahasa yang  universal dan dikenal jauh sebelum manusia mengenal tulisan. Gambar sudah dikenal masyarakat sejak zaman purba. Pada saat itu, gambar sering dihubungkan dengan aktivitas manusia dan roh  leluhur yang dianggap memberi keberkahan dan perlindungan. Bagi manusia purba, gambar tidak sekedar sebagai alat komunikasi untuk roh leluhur saja, tetapi juga memberikan kekuatan dan motivasi untuk dapat bertahan hidup.

Menggambar tidak hanya melibatkan aktivitas fisik semata tetapi juga mental. Aktivitas fisik berhubungan dengan keterampilan menggunakan peralatan menggambar sedangkan mental berhubungan dengan rasa, karsa, dan daya cipta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia dalam melakukan aktivitas menggambar memerlukan media, alat serta bahan yang senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

   Jika pada zaman purba manusia menggambar dengan menggunakan bahan yang tersedia di alam maka pada zaman sekarang  peralatan menggambar telah diproduksi oleh pabrik sebagai komoditas ekonomi. Manusia melalui menggambar dapat menyampaikan gagasan, ide, serta simbol sebagai salah satu bentuk ekspresi. Jadi menggambar merupakan salah satu sarana untuk mengekspresikan diri.

   Komposisi dalam menggambar dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu simetris dan  asimetris. Komposisi simetris menunjukkan bahwa objek di bagian kanan sama atau mirip dengan objek di bagian kiri bidang gambar.

   Komposisi asimetris menunjukkan bahwa objek di bagian kanan tidak sama atau mirip dengan objek di kiri bidang gambar tetapi  terkesan menunjukkan keseimbangan. Benda yang berwarna gelap memiliki kesan lebih berat daripada benda lain yang besarnya sama dengan benda tersebut tetapi berwarna terang.

Penguasaan komposisi merupakan hal penting sebelum melakukan aktivitas menggambar. Penguasaan ini akan membimbing dan mengarahkan susunan objek dalam menggambar.
                    
   Menggambar tidak hanya mengandalkan imajinasi tetapi juga terkadang memerlukan objek. Alam semesta merupakan objek yang tidak akan pernah habis untuk digambar. Kekayaan flora, fauna dan juga alam benda merupakan objek yang dapat digambar. Keindahan flora, fauna dan juga alam benda merupakan sumber inspirasi dan eksplorasi dalam menggambar.

Senin, 22 Maret 2021

MATERI KELAS 8. PENERAPAN POLA LANTAI PADA GERAK TARI

 

Bab 13 Penerapan Pola Lantai pada Gerak Tari



Gambar 1. Tari-tari Tradisional

1. Pola Lantai Tari Tradisional 

Pola lantai pada tari tradisional Indonesia pada prinsipnya hampir sama yaitu garis lurus dan garis lengkung.

Garis lengkung termasuk pola lingkaran dan garis lurus bias membuat segi empat, segitiga, atau berjajar.  Pola lantai dapat juga dilakukan dengan cara kombinasi antara garis lurus dan garis lengkung. 

2. Tata Rias dan Busana Tari Tradisional

Tata rias dan tata busana pada tari tradisional memiliki fungsi penting. 
Ada dua fungsi tata rias dan tata busana pada tari tradisional yaitu; 
1) sebagai pembentuk karakter atau watak; dan 2) sebagai pembentuk tokoh. 

Karakter pemarah, jahat, dan sejenisnya biasanya menggunakan tata rias warna merah yang dominan.

Demikian juga pada busana. Busana warna dominan yang digunakan secara visual menunjukkan bahwa penari memerankan tokoh jahat. 

Karakter tokoh baik pada epos Ramayana biasanya menggunakan riasan cantik seperti riasan pada Pregiwa sebagai istri Gatot Kaca.

3. Properti Tari Tradisional

Properti merupakan salah satu unsur pendukung dalam tari. Ada tari yang menggunakan properti tetapi ada juga tidak menggunakan.

Properti yang digunakan ada yang menjadi nama tarian tersebut.

Contoh tari Payung menggunakan payung, tari Piring menggunakan piring sebagai properti.


Ada juga tarian yang menggunakan properti tetapi tidak digunakan sebagai nama tarian.

Contoh tari Pakarena menggunakan Kipas, tari Merak menggunakan Selendang, tari Serimpi dari Yogyakarta atau Surakarta ada yang menggunakan Kipas, Keris atau properti lain.


4. Tata Iringan Tari Tradisional

Musik sebagai iringan tari dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu iringan internal dan eksternal. 

Iringan internal memiliki arti iringan tersebut dilakukan sekaligus oleh penari. 

Iringan internal juga dijumpai pada tari daerah Papua penari membunyikan tifa sebagai iringan gerakan.

Iringan eksternal memiliki arti iringan yang berasal dari luar penari. 

Musik iringan tari memiliki fungsi antara lain:

1) sebagai iringan gerakan; 

2) ilustrasi; 

3) membangun suasana. 


Sumber: https://ringkasan-buku-sekolah.blogspot.com/2020/10/bab-13-penerapan-pola-lantai-pada-gerak.html?m=1

Senin, 01 Maret 2021

MATERI KELAS 8. MEMAINKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL

 

Memainkan Alat Musik Tradisional


A. Jenis Musik Ansambel Tradisional

Gamelan jelas bukan musik yang asing. Popularitasnya telah merambah berbagai benua dan telah memunculkan paduan musik baru jazz-gamelan.

Banyak yang menggunakan istilah karawitan dengan berangkat dari dasar kata rawit. Menurut Ki Sindu Suwarno karawitan berasal dari kata ”rawit” yang berarti cabe rawit yang kecil serta halus, indah.

Indah artinya disini adalah seni. Jadi karawitan adalah seni suara yang berbentuk vokal maupun instrumental yang berlaraskan pelog dan slendro.

Karawitan juga menunjuk jenis seperangkat alat musik lain di Indonesia. Contoh; Talempong Sumatra Barat, Gondang Sumatra Utara, Kulintang Sulawesi Selatan, Angklung Jawa Barat,Arumba, dan Tifa.

B. Memainkan Ansambel Tradisional


Gambar 1. Rambadia

Gambar 2. Selendang Mayang

Gambar 3. Kambanglah Bungo

Gambar 4. Bungong JeumpaIndonesia memiliki kekayaan alat musik tradisional.


Alat musik ini ketika digabungkan dengan alat musik lain dapat menjadi sebuah orkestra yang dapat mengiringi nyanyian atau tarian. Setiap alat musik tradisional memiliki ciri khas dalam memainkan.

Kalau kamu suka membaca dan ingin mendapatkan buku sekolah di smartphone, kamu bisa download aplikasi android Buku Sekolah Gratis di playstore dari CTF Studio. Dengan menggunakan aplikasi ini kamu bisa membaca bukunya secara offline juga bila telah mendownloadnya atau secara online bila tidak mau menyimpan banyak data di smartphone. Bila berganti buku dan kamu ingin melanjutkan membacanya, kamu tidak perlu mencari halaman yang sebelumnya, jadi tinggal melanjutkan bacaannya saja.


Sumber: https://ringkasan-buku-sekolah.blogspot.com/2020/10/bab-12-memainkan-alat-musik-tradisional.html

Minggu, 28 Februari 2021

MATERI KELAS 9. ANSAMBEL LAGU

 

Pengertian dan Jenis Musik Ansamble Lagu Modern



Pengertian Musik Ansamble

Permainan ansambel lagu modern pada hakikatnya adalah permainan bersama dari berbagai intrumen musik dalam bentuk kerja sama saat membawakan suatu lagu modern. Kata ansambel sendiri berasal dari Bahasa Prancis yang mempunyai arti rombongan musik. Sedangkan dalam kamus musik, ansambel mempunyai definisi kelompok kegiatan musik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ansambel merupakan pola bermain musik secara bersama-sama dengan menggunakan beberapa alat musik sejenis maupun bervariasi.

Jenis Musik Ansambel

Musik sendiri digunakan banyak orang saat sedang belajar karena dipercayai sebagai salah satu cara menghindari stres saat belajar. Musik ansambel terbagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu:
  1. Ansambel Sejenis, merupakan salah satu bentuk penyajian musik dengan menggunakan alat-alat sejenis. Contohnya: ansambel recorder, permainan beberapa alat musik gitar.
  2. Ansambel Campuran, dapat diartikan sebagai salah satu bentuk penyajian dengan menggunakan beberapa alat musik yang variatif. Contohnya: ansambel yang terdiri dari beberapa musisi dan memainkan alat musik yang berbeda (gitar, biola, keyboard, drum, dan lain-lain).
Musik ansambel lagu modern dikatakan berhasil apabila dari penyajian tersebut indah dan harmonis. Keberhasilan tersebut akan terwujud apabila memenuhi hal-hal berikut ini:
  • Pembagian alat-alat musik seimbang.
  • Tiap-tiap pemain tampil dalam memainkan alat musiknya secara disiplin, tertib, dalam memerhatikan partitur.
  • Kerja sama dalam bermain musik sangat diutamakan.
  • Balance (keseimbangan dalam pembagian alat musik yang dimaksud adalah keseimbangan dalam hasil suara yang dibunyikan dari pembagian alat musik tersebut).


Senin, 15 Februari 2021

MATERI KELAS 8. ALAT MUSIK TRADISIONAL

 

Alat Musik Tradisional (Materi Seni Budaya SMP Kelas 8


A.    Teknik dan Gaya Menyanyi Lagu Daerah.
Setiap suku di Indonesia memiliki lagu – lagu daerah. Lagu – lagu ini menggunakan bahasa daerah setempat. Lagu – lagu daerah biasanya diiringi dengan seperangkat alat music daerah yang sering disebut dengan karawitan. Istilah karawitan untuk menunjuk pada seperangkat alat music tradisional secara lengkap.
Kebanyakan karya – karya seni music (Karawitan) yang dimainkan dengan berbagai ansambel gamelan ataupun pertunjukan lain biasanya bersifat tradisional dan anonimus. Oleh karena itu, usia sebuah komposisi karawitan sangat sulit untuk ditentukan. Seringkali seorang pemain / seniman ahli karawitan menambah atau mengurangi komposisi karawitan yang dimainkan, begitu juga beberapa gaya. Pada music karawitan Betawi Gaya dalam gambang kromong disebut liaw sangat lazim pada periode tertentu dan wilayah yang tertentu.
Komposisi karawitan dapat mengembangkan perbedaan – perbedaan dari sebuah wilayah dengan wilayah lainnya sepanjang waktu. Inilah yang menyebabkan munculnya gaya yang berbeda – beda. Gaya musical adalah ciri khas atau karakteristik musical yang dihasilkan dari beberapa kondisi.
1.      Gaya Lokal.
Adalah karakteristik cara menyanyikan lagu daerah yang berbeda dengan daerah lainnya. Pada isu globalisasi, disebut sebagai entitas local genius.
2.      Gaya Individual.
Adalah tipologi karakteristik seorang tokoh pencipta lagu – lagu yang membedakannya dengan pencipta lagu lainnya.
3.      Gaya Periodikal.
Adalah tipologi karakteristik zaman tertentu yang menghasilkan gaya musical tertentu. Misalnya gaya dalam bentuk musical adalah tipologi karakteristik yang dapat dibedakan dari berbagai bentuk karya musical yang ada, misalnya pada berbagai karya music Betawi. Musik Betawi diantaranya dalam gambang kromong lagu sayur, dengan lagu phobin atau dalam kroncong tugu antara kroncong asli, langgam da stambul. Dalam Karawitan Betawi gaya atau Musical style dikenal dengan istilah Liaw.
Pada pertunjukan lagu – lagu daerah sering dibawakan oleh seorang penyanyi. Penyanyi lagu daerah yang diiringi music tradisional di jawa disebut dengan Sinden, demikian juga di Sunda dan juga bali. Di daerah Sumatera Utara sering disebut dengan Madihin yaitu menyanyikan pantun – pantun dengan diiringi tabuhan gendang. Setiap daerah memiliki nama tersendiri bagi seorang penyanyi yang diiringi dengan orkestrasi music tradisional.
B.     Menyanyi Secara Unisono.
Menyanyikan lagu – lagu daerah ada yang dilakukan secara seorang diri tetapi ada juga yang dilakukan secara berkelompok. Madihin misalnya yang menyanyikan pantun seorang diri sekaligus sebagai pemusiknya. Sinden dapat dilakukan secara berkelompok tetapi dapat juga dilakukan seorang diri. Mereka menyanyi dalam satu suara atau sering disebut dengan menyanyi secara unison. Menyanyi secara unison membutuhkan kerjasama antar anggota kelompok karena jika berbeda sendiri suaranya akan terlihat tidak bagus.
Menyanyi pada masyarakat sering dilakukan sesuai dengan kebuthan. Ada lagu – lagu yang dinyanyikan pada saat upacara tertentu seperti pernikahan, kelahiran, kematian atau permainan. Ada juga lagu – lagu yang berisi nasihat atau sanjungan terhadap makhluk sesame. Ibu – ibu di daerah masih sering menyanyikan lagu nasihat saat menidurkan anaknya. Demikian juga anak – anak dan remaja masih sering menyanyi sambil melakukan permainan. Hal ini membuktikan bahwa menyanyi secara unison maupun perseorangan sering dilakukan oleh masyarakat.
Setiap daerah tentu memiliki lagu – lagu yang dinyanyikan pada saat tertentu degan bahasa daerah. Lagu – lagu ini merupakan kekayaan yang dapat dijadikan sebagai salah satu sarana membentuk karakter dan pendidikan sikap pada anak dan remaja. nasihat yang disampaikan melalui lagu tentu lebih bermakna dan dapat diterima.
C.    Berlatih Teknik dan Gaya Menyanyi Lagu daerah.
Setelah kamu mengetahui tentang teknik dan gaya menyanyi lagu – lagu daerah. Nyanyikanlah lagu – lagu berikut ini :
1.      Mak Inang.
2.      Lir – ilir.
3.      Jali – Jali.
4.      Sinom


Sumber: http://www.erwinedwar.com/2018/09/alat-musik-tradisional-materi-seni.html

Senin, 08 Februari 2021

MATERI KELAS 8. MEMBUAT POSTER DAN KOMIK

KOMIK


 Komik merupakan cerita bergambar yang disajikan secara menarik. Sebagian besar isi cerita dalam komik disajikan dalam bentuk gambar. Meskipun demikian dalam komik juga disajikan bahasa tulis dalam bentuk narasi pengantar amupun bahasa langsung


Agar dapat membuat komik dengan baik, selain kamu harus mengetahui arti komik, seperti yang sudah kamu pelajari sebelumnya, kamu juga harus tahu ciri-ciri komik yang baik. Ciri-ciri komik antara lain sebagai berikut :
  1. Hadir untuk menyampaikan cerita. Pesan dan informasi disampaikan dengan menggunakan teks dan gambar.
  2. Proporsional. Keberadaan gambar dan teks yang berimbang membuat pembaca komik seakan-akan terlibat dan berperan langsung ke dalam cerita.
  3. Menggunakan bahasa percakapan. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari yang mudah untuk dipahami.
  4. Biasanya bersifat kepahlawanan. Umumnya isi cerita komik akan cenderung membuat pembaca mempunyai rasa atau sikap kepahlawanan.
  5. Penggambaran watak secara sederhana. Penggambaran watak dalam komik dibuat secara sederhana agar pembaca mudah memahami isi cerita dan menangkap pesan yang akan disampaikan dalam cerita.
  6. Menyediakan humor. Kata komik berasal dari komik yang berarti jenaka. Humor dalam komik disajikan secara lugas sehingga akan mudah dipahami pembaca dan biasanya humor yang disajikan sering terjadi dan ada di masyarakat.


Jenis-jenis komik

Bentuk komik jikalau ditinjau berdasarkan pada penampilan, terbagi atas beberapa macam. Diantaranya;

  1. Komik Strip

Komik strip merupakan komik yang hanya terdapat sedikit gambar saja. Selian gambar yang disajikan sedikit gagasan yang ada dalam komik juga hanya sedikit. Meskipun hanya menggunakan sedikit gambar dan juga tulisan namun sudah menggambarkan suatu gagasan yang utuh.

Komik strip ini banyak dijumpai di surat kabar dan majalah. Karena keterbatasan tempat untuk memuat komik jika dalam surat kabar atau majalah sehingga cerita dan gambar diringkas sedemikian rupa dan hanya menyajikan pokok-pokoknya saja.

  1. Komik Buku

Komik jenis ini merupakan jenis komik yang paling banyak ditemui. Komik buku merupakan komik yang menampilkan cerita secara utuh dalam satu buku. Selian itu biasanya juga terdapat seri-seri dari setipa judul yang menampilkan cerita secara berkelanjutan.

Namun ada juga jenis komik buku yang tidak berkelanjutan atau berseri tergantung penulis apakah akan membuat cerita habis hanya dalam satu buku atau lebih.

  1. Komik dengan genre humor/petualangan

Komik humor merupakan jenis komik yang emnampilkan cerita lucu yang membuat pembaca untuk tertawa. Unsur kelucuan dalam komik humor terdapat dalam teks yang disisipkan atau juga dapat berasal dari gambar-gambar yang dibuat secara lucu.

Berbeda dengan genre komik humor terdapat pula genre petualangan dalam komik. Komik ini bercerita mengenai perjalanan tokoh-tokohnya untuk mencari atau memperjuangkan sesuatu. Terdapat pula aksi-aksi yang menampilkan gambar pertarungan antara kelompok baik dengan kelompok jahat.


  1. Komik biografi dan komik ilmiah

Komik biografi biasanya menampilkan kisah hidup seorang tokoh yang berpengaruh yang ditampilkan dalam bentuk-bentuk gambar yang berututan atau dalam bentuk komik. Meskipun terdapat pula jenis buku biografi yang hanya menampilkan tulisan dari kisah-kisah tokoh inspiratif berbeda dengan itu dalam komik biografi terdapat gambar-gambar pendukung.

Komik ilmiah merupakan komik yang berisi perpaduan antara narasi dan juga gambar. Dalam komik ilmiha lebih ditekankan cerita yang berisi proses penemuan terhadap produk terbaru. Seperti cerita-cerita penemuan bolam lampu, penemuan pesawat telepon dan lain sebagainnya

5. Komik Kartun/Karikatur

Merupakan salah satu jenis komik yang menggabungkan teks dengan gambar-gambar lucu yang bersifat menyindir. Tujuan dari komik karitarur ini adalah sebagai media untuk mengkritik namun disleingi dnegan humor yang tidak memberikan arti yang jelas sehingga pembaca harus berusaha memahami maksud sebenarnya.


POSTER

Jenis-jenis poster dapat dibagi berdasarkan isinya. Berikut beberapa jenis-jenis poster berdasarkan isinya:

Poster Niaga

Jenis-jenis poster berdasarkan isinya yang pertama adalah poster niaga. Poster niaga adalah poster yang berisikan tentang menjual dan mempromosikan produk atau jasa yang dijual oleh perusahaan.

Poster ini berisi mengenai suatu produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Poster niaga ini banyak digunakan oleh para produsen kepada masyarakat. Poster ini sering digunakan produsen untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat umum dengan harapan akan bisa meningkatkan penjualan.

Poster Layanan Masyarakat

Poster Layanan Masyarakat adalah sebuah poster yang berisikan informasi tentang pelayanan-pelayanan kepada masyarakat, seperti poster layanan kesehatan atau kesejahteraan masyarakat.

Poster Kegiatan

Poster kegiatan adalah poster yang berisikan tentang informasi pada suatu kegiatan yang akan dilaksanakan, supaya kegiatan tersebut diketahui oleh banyak orang dengan harapan orang-orang tersebut dapat menghadiri kegiatan yang akan dilaksanakan.

Poster Karya Seni

Poster karya seni merupakan poster yang sifatnya ekspresif dan belum tentu diartikan sama antara orang satu dengan orang lainnya.

Poster Pendidikan

Poster pendidikan adalah poster yang berisikan tentang informasi yang dapat memberikan pengarahan dan pendidikan kepada masyarakat.

Jenis-jenis Poster Berdasarkan Tujuannya

Jenis-jenis poster juga dapat dibagi berdasarkan tujuannya. Berikut beberapa jenis-jenis poster berdasarkan tujuannya:

Poster Propaganda

Poster propaganda adalah poster yang bertujuan untuk memberikan motivasi atau semangat kepada masyarakat umum. Biasanya supaya tetap bersemangat dalam menjalani hidup dan lain-lain, dapat dikatakan juga poster ini merupakan poster untuk mempengaruhi orang lain.

Poster Kampanye

Poster kampanye biasanya sering muncul saat masa-masa pilkada atau pemilu, bertujuan untuk meraih simpati masyarakat sebanyak mungkin agar masyarakat memilih seseorang ini saat pemilu tiba.

Poster Afirmasi

Poster afirmasi bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para pembaca dengan kalimat yang dapat mempengaruhi.

Poster Riset

Poster riset bertujuan untuk menginformasikan kegiatan penelitian atau riset kepada orang banyak, biasanya poster jenis ini kerap ditemui di sekolah.

Poster Kelas

Poster kelas secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan motivasi kepada siswa, sering sekali poster ini kita lihat di dalam kelas-kelas yang ada di sekolah.



MATERI KELAS 7. PENGOLAHAN RUANG, WAKTU, DAN TENAGA SESUAI IRINGAN

 PENGOLAHAN RUANG, WAKTU, DAN TENAGA SESUAI IRINGAN Bentuk penyajian tari dapat berupa tari tunggal, tari berpasangan, dan tari berkelompok....